photo mbs-1.gif  photo mbs-1.gif  photo mbs-1.gif
Agama (Islam) tidak mungkin tegak (jaya) kecuali dengan al-Kitab (Al-Qur'an), al-Mizan (timbangan keadilan) dan al-Hadid (kekuatan besi). Kitab adalah yang memberi petunjuk, sedangkan besilah yang menolongnya. Dengan al-Kitab, tegaklah ilmu dan agama. Dengan al-Mizan hak-hak harta dapat ditunaikan. Dan dengan al-Hadid hukum pidana Islam dapat ditegakkan.(Majmu al-Fatawa : 25/365)

Friday, February 25, 2011

JUZUK 1, [AL-BAQARAH, 2:97-98]





قُل مَن كانَ عَدُوًّا لِجِبريلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلىٰ قَلبِكَ بِإِذنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِما بَينَ يَدَيهِ وَهُدًى وَبُشرىٰ لِلمُؤمِنينَ ﴿٩٧

مَن كانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلٰئِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبريلَ وَميكىٰلَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلكٰفِرينَ ﴿٩٨


Katakanlah (wahai Muhammad): "Sesiapa memusuhi Jibril maka sebabnya ialah kerana Jibril itu menurunkan Al-Quran ke dalam hatimu dengan izin Allah, yang mengesahkan kebenaran Kitab-kitab yang ada di hadapannya (yang diturunkan sebelumnya), serta menjadi petunjuk dan memberi khabar gembira kepada orang-orang yang beriman

Sesiapa memusuhi Allah (dengan mengingkari segala petunjuk dan perintahNya) dan memusuhi Malaikat-malaikatNya dan Rasul-rasulNya, khasnya malaikat Jibril dan Mikail, (maka ia akan diseksa oleh Allah) kerana sesungguhnya Allah adalah musuh bagi orang-orang kafir


[al-baqarah, 2:97-98]








Dalam suatu riwayat dikemukakan bahawa Abdullah bin Salam mendengar akan tibanya Rasulullah di saat berada di tempat peristirahatannya. Lalu ia menghadap kepada Rasulullah SAW dan berkata: "Sesungguhnya aku akan bertanya kepada tuan tentang tiga hal, yang tidak akan ada yang mengetahui jawapannya kecuali seorang Nabi.

1. Apa tanda-tanda pertama hari kiamat,
2. Makanan apa yang pertama-tama dimakan oleh ahli syurga, dan
3. Mengapa si anak menyerupai bapaknya atau kadang-kadang menyerupai ibunya?"

Jawab Nabi SAW: "Baru saja Jibril memberitahukan hal ini padaku." Kata Abdullah bin Salam: "Jibril?" Jawab Rasulullah SAW: "Ya." Kata Abdullah bin Salam: "Dia itu termasuk malaikat yang termasuk musuh kaum Yahudi." Lalu Nabi membacakan ayat ini (S. 2: 97) sebagai teguran kepada orang-orang yang memusuhi malaikat pesuruh Allah.

(Diriwayatkan oleh Bukhari yang bersumber dari Anas.)

Keterangan:
Menurut Syaikhul Islam al-Hafidh Ibnu Hajar dalam kitab Fathulbari: "Berdasarkan susunan kalimahnya, ayat yang dibacakan (S. 2: 97) oleh Nabi ini, sebagai bantahan kepada kaum Yahudi, dan tidak seharusnya turun bersamaan dengan peristiwa tersebut di atas. Dan inilah yang paling kuat. Di samping itu keterangan lain yang sah, bahwa turunnya ayat ini pada peristiwa lain, dan bukan pada peristiwa Abdullah bin Salam."



Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa serombongan kaum Yahudi telah datang menghadap Nabi SAW dan mereka berkata: "Hai abal Qasim! Kami akan menanyakan kepada tuan lima perkara. Apabila tuan memberitahukannya, maka tahulah kami bahwa tuan seorang Nabi." Selanjutnya hadits itu menyebutkan yang isinya antara lain bahwa mereka bertanya:

1. Apa yang diharamkan bani Israil atas dirinya,
2. tentang tanda-tanda kenabian,
3. tentang petir dan suaranya,
4. tentang bagaimana wanita dapat melahirkan laki-laki dan dapat juga wanita, dan
5. siapa sebenarnya yang memberi kabar dari langit.

Dan dalam akhir hadits itu dikatakan mereka berkata: "Siapa sahabat tuan itu?" yang dijawab oleh Rasulullah SAW: "Jibril." Mereka berkata: "Apakah Jibril yang biasa menurunkan perang, pembunuhan dan siksaan? Itu musuh kami. Jika tuan mengatakan Mikail yang menurunkan rahmat, tanam-tanaman dan hujan, tentu lebih baik" Maka turunlah ayat ini (S. 2: 97) berkenaan dengan peristiwa tersebut

(Diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi dan Nasa'i dari Bakr bin Syihab, dari Sa'id bin Jubair yang bersumber dari Ibnu Abbas.)



Dalam riwayat lain dikemukakan bahawa pada suatu hari Umar datang kepada Yahudi, yang ketika itu sedang membaca Taurat. Ia (Umar) kagum, karena isinya membenarkan apa yang disebut di dalam Al-Qur'an. Ketika itu lalulah Nabi SAW di hadapan mereka. Dan berkatalah Umar kepada Yahudi. "Aku minta agar engkau menjawab pertanyaanku ini dengan sungguh-sungguh dan jujur. Apakah kamu tahu bahwa sesungguhnya beliau itu Rasulullah?" Guru mereka menjawab: "Memang benar kami tahu bahwa sesungguhnya beliau itu Rasulullah." Umar berkata: "Mengapa kamu tidak mau mengikutinya?" Mereka menjawab: "Ketika kami bertanya tentang penyampai kenabiannya, Muhammad mengatakan "Jibril". Dialah musuh kami yang menurunkan kekerasan, kekejaman, peperangan dan kecelakaan." Umar bertanya: "Malaikat siapa yang selalu diutus kepada Nabimu?" Mereka menjawab: "Mikail, yang menurunkan hujan dan rahmat." Umar bertanya: "Bagaimana kedudukan mereka itu di sisi Tuhannya?" Mereka menjawab: "Yang satu di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya." Umar berkata: "Tidak sepantasnya Jibril memusuhi pengikut Mikail, dan tidak patut Mikail berbuat baik kepada musuh Jibril. Sesungguhnya aku percaya bahwa Jibril, Mikail dan Tuhan mereka akan berbuat baik kepada siapa yang berbuat baik kepada Mereka. Dan akan berperang kepada siapa yang mengumumkan perang kepada Mereka." Kemudian Umar mengejar Nabi SAW untuk menceriterakan hal itu. Tetapi sesampainya pada Nabi, Nabi SAW bersabda: "Apakah engkau ingin aku bacakan ayat yang baru turun kepadaku?" Umar menjawab: "Tentu saja ya Rasulullah." Kemudian baginda membaca: Ayat tersebut di atas (S. 2: 97, 98). Umar bekata: "Ya Rasulullah! Demi Allah, aku tinggalkan kaum Yahudi tadi dan menghadap tuan justeru untuk menceriterakan apa yang kami percakapkan, tetapi rupanya Allah telah mendahului aku."

(Diriwayatkan oleh Ishaq bin Rahawaih, dalam musnadnya dan Ibnu Jarir yang bersumber dari as-Syu'bi. Sanad ini shahih sampai as-Syu'bi, hanya as-Syu'bi tidak bertemu dengan Umar. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber selain dari as-Syu'bi. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir dari as-Suddi dan Qatadah yang bersumber dari Umar yang kedua-duanya munqathi karena didalam satu sanad, jika gugur nama seorang raqi, lain dari Shahabi, atau gugur dua orang rawi yang tidak berdekatan, yakni gugurya berselang. ) 3)



Dalam riwayat lain dikemukakan bahawa seorang Yahudi berkata ketika bertemu dengan Umar bin Khaththab: "Sesungguhnya Jibril yang disebut-sebut oleh sahabatmu itu (Rasululllah) adalah musuh kami." Maka berkatalah Umar: "Barangsiapa yang memusuhi Allah, Malaikat-Nya, para Rasul-Nya, Jibril dan Mikail, sesungguhnya Allah memusuhinya." Maka turunlah ayat ini (S. 2: 97, 98) bersesuaian dengan apa yang diucapkan Umar.

(Diriwayatkan oleh Ibnu abi Hatim yang bersumber dari Abdurrahman bin Laila. Sumber ini saling menguatkan dengan yang lainnya.)

Keterangan:
Menurut Ibnu Jarir sebab-sebab yang diceriterakan dalam hadits-hadits tersebut di atas merupakan sebab-sebab turunnya ayat ini (S. 2. 97, 98).

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...