photo mbs-1.gif  photo mbs-1.gif  photo mbs-1.gif
Agama (Islam) tidak mungkin tegak (jaya) kecuali dengan al-Kitab (Al-Qur'an), al-Mizan (timbangan keadilan) dan al-Hadid (kekuatan besi). Kitab adalah yang memberi petunjuk, sedangkan besilah yang menolongnya. Dengan al-Kitab, tegaklah ilmu dan agama. Dengan al-Mizan hak-hak harta dapat ditunaikan. Dan dengan al-Hadid hukum pidana Islam dapat ditegakkan.(Majmu al-Fatawa : 25/365)

Monday, May 30, 2011

JUZUK 2, [AL-BAQARAH, 2:219-220]






يَسـَٔلونَكَ عَنِ الخَمرِ وَالمَيسِرِ ۖ قُل فيهِما إِثمٌ كَبيرٌ وَمَنٰفِعُ لِلنّاسِ وَإِثمُهُما أَكبَرُ مِن نَفعِهِما ۗ وَيَسـَٔلونَكَ ماذا يُنفِقونَ قُلِ العَفوَ ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الءايٰتِ لَعَلَّكُم تَتَفَكَّرونَ ﴿٢١٩

فِى الدُّنيا وَالءاخِرَةِ ۗ وَيَسـَٔلونَكَ عَنِ اليَتٰمىٰ ۖ قُل إِصلاحٌ لَهُم خَيرٌ ۖ وَإِن تُخالِطوهُم فَإِخوٰنُكُم ۚ وَاللَّهُ يَعلَمُ المُفسِدَ مِنَ المُصلِحِ ۚ وَلَو شاءَ اللَّهُ لَأَعنَتَكُم ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزيزٌ حَكيمٌ ﴿٢٢٠


Mereka bertanya kepadamu (Wahai Muhammad) mengenai arak dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya ada dosa besar dan ada pula beberapa manfaat bagi manusia tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya dan mereka bertanya pula kepadamu: Apakah yang mereka akan belanjakan (dermakan)? Katakanlah: "Dermakanlah - apa-apa) yang berlebih dari keperluan (kamu). Demikianlah Allah menerangkan kepada kamu ayat-ayatNya (keterangan-keterangan hukumNya) supaya kamu berfikir:

Mengenai (urusan-urusan kamu) di dunia dan di akhirat dan mereka bertanya lagi kepadamu (wahai Muhammad), mengenai (masalah) anak-anak yatim. Katakanlah: "Memperbaiki keadaan anak-anak yatim itu amatlah baiknya", dan jika kamu bercampur gaul dengan mereka (maka tidak ada salahnya) kerana mereka itu ialah saudara-saudara kamu (yang seugama); dan Allah mengetahui akan orang yang merosakkan (harta benda mereka) daripada orang yang hendak memperbaikinya. Dan jika Allah menghendaki tentulah Ia memberatkan kamu (dengan mengharamkan bercampur gaul dengan mereka). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.


[al-baqarah, 2:219-220]

JUZUK 2, [AL-BAQARAH, 2:217-218]






يَسـَٔلونَكَ عَنِ الشَّهرِ الحَرامِ قِتالٍ فيهِ ۖ قُل قِتالٌ فيهِ كَبيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَن سَبيلِ اللَّهِ وَكُفرٌ بِهِ وَالمَسجِدِ الحَرامِ وَإِخراجُ أَهلِهِ مِنهُ أَكبَرُ عِندَ اللَّهِ ۚ وَالفِتنَةُ أَكبَرُ مِنَ القَتلِ ۗ وَلا يَزالونَ يُقٰتِلونَكُم حَتّىٰ يَرُدّوكُم عَن دينِكُم إِنِ استَطٰعوا ۚ وَمَن يَرتَدِد مِنكُم عَن دينِهِ فَيَمُت وَهُوَ كافِرٌ فَأُولٰئِكَ حَبِطَت أَعمٰلُهُم فِى الدُّنيا وَالءاخِرَةِ ۖ وَأُولٰئِكَ أَصحٰبُ النّارِ ۖ هُم فيها خٰلِدونَ ﴿٢١٧

إِنَّ الَّذينَ ءامَنوا وَالَّذينَ هاجَروا وَجٰهَدوا فى سَبيلِ اللَّهِ أُولٰئِكَ يَرجونَ رَحمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفورٌ رَحيمٌ ﴿٢١٨ 


Mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad), mengenai (hukum) berperang dalam bulan yang dihormati; katakanlah: "Peperangan dalam bulan itu adalah berdosa besar, tetapi perbuatan menghalangi (orang-orang Islam) dari jalan Allah dan perbuatan kufur kepadaNya, dan juga perbuatan menyekat (orang-orang Islam) ke Masjid Al-Haraam (di Makkah), serta mengusir penduduknya dari situ, (semuanya itu) adalah lebih besar lagi dosanya di sisi Allah. Dan (ingatlah), angkara fitnah itu lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan (semasa perang dalam bulan yang dihormati). Dan mereka (orang-orang kafir itu) sentiasa memerangi kamu hingga mereka (mahu) memalingkan kamu dari ugama kamu kalau mereka sanggup (melakukan yang demikian); dan sesiapa di antara kamu yang murtad (berpaling tadah) dari ugamanya (ugama Islam), lalu ia mati sedang ia tetap kafir, maka orang-orang yang demikian, rosak binasalah amal usahanya (yang baik) di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah ahli neraka, kekal mereka di dalamnya (selama-lamanya).

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah serta berjuang pada jalan Allah (untuk menegakkan ugama Islam), mereka itulah orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah. Dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. 


[al-baqarah, 2:217-218]

JUZUK 2, [AL-BAQARAH, 2:216]






كُتِبَ عَلَيكُمُ القِتالُ وَهُوَ كُرهٌ لَكُم ۖ وَعَسىٰ أَن تَكرَهوا شَيـًٔا وَهُوَ خَيرٌ لَكُم ۖ وَعَسىٰ أَن تُحِبّوا شَيـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَكُم ۗ وَاللَّهُ يَعلَمُ وَأَنتُم لا تَعلَمونَ ﴿٢١٦


Kamu diwajibkan berperang (untuk menentang pencerobohan) sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci; dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya. 


[al-baqarah, 2:216]

JUZUK 2, [AL-BAQARAH, 2:215]






يَسـَٔلونَكَ ماذا يُنفِقونَ ۖ قُل ما أَنفَقتُم مِن خَيرٍ فَلِلوٰلِدَينِ وَالأَقرَبينَ وَاليَتٰمىٰ وَالمَسٰكينِ وَابنِ السَّبيلِ ۗ وَما تَفعَلوا مِن خَيرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَليمٌ ﴿٢١٥


Mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad): apakah yang akan mereka belanjakan (dan kepada siapakah)? Katakanlah: "Apa jua harta benda (yang halal) yang kamu belanjakan maka berikanlah kepada: Kedua ibu bapa, dan kaum kerabat, dan anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, dan orang-orang yang terlantar dalam perjalanan. Dan (ingatlah), apa jua yang kamu buat dari jenis-jenis kebaikan, maka sesungguhnya Allah sentiasa mengetahuiNya (dan akan membalas dengan sebaik-baiknya). 


[al-baqarah, 2:215]

Friday, May 27, 2011

WHEN ARE WE GOING TO WAKE UP???





"YOU HAVE ALLAH OH UMMAT AL-ISLAM...

YOUR BOOK IS DISGRACES AND DISHOUNERED...
AND YOUR WOMEN ARE RAPED..
AND YOUR MEN ARE IMPRISONED...
AND THERE IS NO OMAR FOR YOU AND SALAHUDDIN...
NOR KHALID TO FIGHT THE ROMANS...
AND TO DESTROY THE CRUSADERS...!!!"







OH MY LORD I HAVE WEPT BLOOD OVER THEM
AND MY HEART HURTS AS IF IT IS BROKEN
I SLEEP WITH THE INJURIES OF THE PRISONERS IN MY HEART
I CANNOT SLEEP, AS I AM THE PRISONER
THE FEELING OF DISGRACE SURROUNDS ME
WHEN I SEE THE HEROES HAVE BEEN SHACKLED
DESPICABLE AND WORTHLESS;
IMPRISONED OH MY LORD WITH NO SIN
EXCEPT FOR DETERMINATION
THAT PUSHED THEM TO GO FORTH
 





~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~






BILAKAH KITA AKAN TERJAGA???





"ENGKAU MEMILIKI ALLAH WAHAI UMAT ISLAM...

KITABMU DICACI DAN DIHINA...
DAN WANITAMU DIROGOL...
DAN LELAKIMU DIPENJARAKAN...
DAN TIDAK ADA UMAR UNTUKMU DAN SALAHUDDIN...
MAHUPUN KHALID UNTUK MENENTANG ORANG-ORANG ROMAWI...
DAN UNTUK MEMBINASAKAN TENTERA SALIB...!!!"



YA TUHANKU AKU MENANGIS DARAH UNTUK MEREKA
DAN HATIKU SAKIT BAGAIKAN IANYA HANCUR
AKU TIDUR DENGAN KECEDERAAN PARA TAHANAN DI DALAM HATIKU
AKU TIDAK MAMPU TIDUR, SEPERTINYA AKU BANDUAN ITU,
RASA KEHINAAN YANG MENYELUBUNGIKU
APABILA AKU MELIHAT SANG WIRA DIBELENGGU
HINA DAN TIDAK TERNILAI;
DIPENJARAKAN DENGAN TIDAK BERDOSA YA TUHANKU
KECUALI DENGAN TUJUAN PENENTUAN
YANG MEMBUATKAN MEREKA MAJU




Wednesday, May 25, 2011

HOW TO RESPECT YOUR ELDERS



"O Allah, teach us manners! O Allah, teach us manners! One person is sitting next to his father, one leg on the other, sitting with his feet facing his father! Why?

By Allah, one of our teachers in the Islamic Movement in Jordan entered a gathering and saw one of the youth sitting back, one leg over the other. He said to him: "Why are you sitting like this? Is this the Sunnah?"

Does it make sense that Islam tells you to do this? Is it possible? It is reported in the 'Sahihayn' that when Fatimah would enter the dwelling of the Messenger of Allah, he would get up for her, hug her, and spread a mat on the ground for her to sit on. Fatimah was a fourteen year-old girl!

Because of this, I wish that we and our youth would read the fatawa. Whatever Ibn Taymiyyah says, we accept. Ibn Taymiyyah is the shaykh of the Salafiyyin; we accept whatever he says. Ibn Taymiyyah says: "It is allowed to stand up out of respect for those who are people of position and righteousness." Likewise, an-Nawawi wrote a book on this topic, titled 'at-Tarkhis bil-Qiyam,' (The Allowance of Standing) which is a full book in which he brought many authentic ahadith, and said that this is what such-and-such scholars agreed on - including Ahmad bin Hambal and Malik - that they would stand up in such situations.

So, gatherings require an attitude of respect. One of our brothers said to me: "I never in my life relaxed in the presence of my father, because I consider this to be bad manners in respecting the parents. If he would order me to do something, or speak to me about anything, I would stand between his hands until he would finish what he wanted to say. Then, I would wait either for he or my mother to allow me to leave."

Manners! O Allah, teach us manners!"







['Fi Dhilal Surat at-Tawbah'; p. 79]
(SHEIKH 'ABDULLAH YUSUF 'AZZAM (ASY-SYAHID, INSYAALLAH) 

Tuesday, May 24, 2011

JUZUK 2, [AL-BAQARAH, 2:214]






أَم حَسِبتُم أَن تَدخُلُوا الجَنَّةَ وَلَمّا يَأتِكُم مَثَلُ الَّذينَ خَلَوا مِن قَبلِكُم ۖ مَسَّتهُمُ البَأساءُ وَالضَّرّاءُ وَزُلزِلوا حَتّىٰ يَقولَ الرَّسولُ وَالَّذينَ ءامَنوا مَعَهُ مَتىٰ نَصرُ اللَّهِ ۗ أَلا إِنَّ نَصرَ اللَّهِ قَريبٌ ﴿٢١٤


Adakah patut kamu menyangka bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum sampai kepada kamu (ujian dan cubaan) seperti yang telah berlaku kepada orang-orang yang terdahulu daripada kamu? Mereka telah ditimpa kepapaan (kemusnahan hartabenda) dan serangan penyakit, serta digoncangkan (oleh ancaman bahaya musuh), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang ada bersamanya: Bilakah (datangnya) pertolongan Allah?" Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh kepada ugama Allah).


[al-baqarah, 2:214]

JUZUK 2, [AL-BAQARAH, 2:213]






كانَ النّاسُ أُمَّةً وٰحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيّۦنَ مُبَشِّرينَ وَمُنذِرينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ الكِتٰبَ بِالحَقِّ لِيَحكُمَ بَينَ النّاسِ فيمَا اختَلَفوا فيهِ ۚ وَمَا اختَلَفَ فيهِ إِلَّا الَّذينَ أوتوهُ مِن بَعدِ ما جاءَتهُمُ البَيِّنٰتُ بَغيًا بَينَهُم ۖ فَهَدَى اللَّهُ الَّذينَ ءامَنوا لِمَا اختَلَفوا فيهِ مِنَ الحَقِّ بِإِذنِهِ ۗ وَاللَّهُ يَهدى مَن يَشاءُ إِلىٰ صِرٰطٍ مُستَقيمٍ ﴿٢١٣


Pada mulanya manusia itu ialah umat yang satu (menurut ugama Allah yang satu, tetapi setelah mereka berselisihan), maka Allah mengutuskan Nabi-nabi sebagai pemberi khabar gembira (kepada orang-orang yang beriman dengan balasan Syurga, dan pemberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar dengan balasan azab neraka); dan Allah menurunkan bersama Nabi-nabi itu Kitab-kitab Suci yang (mengandungi keterangan-keterangan yang) benar, untuk menjalankan hukum di antara manusia mengenai apa yang mereka perselisihkan dan (sebenarnya) tidak ada yang melakukan perselisihan melainkan orang-orang yang telah diberi kepada mereka Kitab-kitab Suci itu, iaitu sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas nyata, - mereka berselisih semata-mata kerana hasad dengki sesama sendiri. Maka Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang beriman ke arah kebenaran yang diperselisihkan oleh mereka (yang derhaka itu), dengan izinNya. Dan Allah sentiasa memberi petunjuk hidayahNya kepada sesiapa yang dikehendakiNya ke jalan yang lurus (menurut undang-undang peraturanNya). 


[al-baqarah, 2:213]

JUZUK 2, [AL-BAQARAH, 2:211-212]






سَل بَنى إِسرٰءيلَ كَم ءاتَينٰهُم مِن ءايَةٍ بَيِّنَةٍ ۗ وَمَن يُبَدِّل نِعمَةَ اللَّهِ مِن بَعدِ ما جاءَتهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَديدُ العِقابِ ﴿٢١١

زُيِّنَ لِلَّذينَ كَفَرُوا الحَيوٰةُ الدُّنيا وَيَسخَرونَ مِنَ الَّذينَ ءامَنوا ۘ وَالَّذينَ اتَّقَوا فَوقَهُم يَومَ القِيٰمَةِ ۗ وَاللَّهُ يَرزُقُ مَن يَشاءُ بِغَيرِ حِسابٍ ﴿٢١٢


Bertanyalah kepada Bani Israil, berapa banyak keterangan-keterangan yang telah Kami berikan kepada mereka (sedang mereka masih ingkar)? dan sesiapa menukar nikmat keterangan Allah (dengan mengambil kekufuran sebagai gantinya) sesudah nikmat itu sampai kepadaNya, maka (hendaklah ia mengetahui) sesungguhnya Allah amat berat azab seksaNya.

Kehidupan dunia (dan kemewahannya) diperhiaskan (dan dijadikan amat indah) pada (pandangan) orang-orang kafir, sehingga mereka (berlagak sombong dan) memandang rendah kepada orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa (dengan imannya) lebih tinggi (martabatnya) daripada mereka (yang kafir itu) pada hari kiamat kelak. Dan (ingatlah), Allah memberi rezeki kepada sesiapa yang dikehendakiNya dengan tidak terkira (menurut undang-undang peraturanNya).


[al-baqarah, 2:211-212]

Monday, May 23, 2011

ZEAL ALONE IS NOT ENOUGH



"By Allah, one of the youth came to me, and he would always visit me. He loved me, and he was Jordanian. He took Shukri Mustafa as a leader, and became fascinated by his ideas. I never saw a youth holding onto his faith as tightly as this one. He was a pharmacy student, and he would sometimes come to break his fast with me in Cairo.

One day, after he met Shukri Mustafa, he came to visit me. He started to speak, and I began to enter into a discussion with him. Suddenly, it was time to pray. I noticed that he was reluctant to pray behind me, so, I said to him: "Please, lead us in the prayer." So, he stepped forward and led us. Afterwards, everytime I would step forward to lead the prayer, he would say that he was travelling (so that he would lead, instead). So, I asked him, in a straightforward manner, "What do you think of me?"

He asked: "Do you want me to be frank with you?"

I said: "Yes, be frank."

He said: "I consider you to be a disbeliever." 


I asked: "Why, son? What is the issue?"

He replied: "You are from the Ikhwan al-Muslimin." 


I said: "OK."

He went on: "Everyone in the Ikhwan al-Muslimin is a disbeliever."

I asked: "Why?"

He said: "Because they do not make takfir of al-Hudaybi, the disbeliever [*]."

Imagine! With such ease! I said to him: "Come, let me tell you: ash-Shafi'i and Ahmad bin Hambal differed over the disbelief of the one who abandons the prayer out of laziness. ash-Shafi'i said that he is not a disbeliever, and Ahmad said he is a disbeliever, and then they debated over it, with none of them declaring the other to be a disbeliever."

Subhan Allah! Because of his extreme zeal and emotion, he said to me, in his exact words: "If I was present, and had debated ash-Shafi'i, and he had refused to make takfir, I would have declared ash-Shafi'i to be a disbeliever."

I said: "There is no might nor power except with Allah. We are finished. Get out of here. If it has gotten to this point, then we are finished."

And yes, he eventually became entagled with Shukri Mustafa, and received a fifteen-year sentence, and he is still in jail until now. They, because of their lack of knowledge, are simply youth with much zeal, and the hearts of these youth were made to follow their desires."





['Fi Dhilal Surat at-Tawbah'; p. 104]

(SHEIKH 'ABDULLAH YUSUF 'AZZAM (ASY-SYAHID, INSYAALLAH) 







[*] al-Hudaybi (may Allah have Mercy on him) was a scholar from the Ikhwan who was arrested by 'Abd an-Nasir. Although he himself considered 'Abd an-Nasir to be a disbeliever, when he was being tortured in prison, and was asked if 'Abd an-Nasir was a disbeliever, he would reply: "What would we gain if we did or didn't declare him to be a disbeliever?" - saying this out wisdom, in order to avoid having anything damning recorded against him by his own tongue. So, Shukri's group made takfir of al-Hudaybi because of the answer he gave, which didn't contain explicit takfir of 'Abd an-Nasir. They then went even farther, declaring the Ikhwan to be kuffar for not making takfir of al-Hudaybi

Tuesday, May 17, 2011

GIVE ADVICE WITHOUT CAUSING OFFENCE



"...and because of this, the Prophet exposed for us those who please us with their tongues, when he said: "Throw dirt in their faces," meaning, the faces of those who praise people to their faces. Likewise, he said to the one who praised his brother to his face: "You have broken your brother's back." So, praising your brother to his face is disliked - if not forbidden - except in the case that you are trying to point out some of his faults. In such a situation, there is no problem in you mentioning some of his praiseworthy traits, such as saying to him: 'Brother, you are very intelligent, and you are a man who is loved by the people, and you are a person who is considered a leader. However, I see in you such-and-such a fault, so, is it possible for you to correct these faults?' And if the person that you wish to advise has a position of authority over you, is older than you, or is your parent, then there is no problem in sending him a message, for example.

Hasan al-Banna - may Allah have Mercy upon him - said: "We used to follow this way of commanding the good and forbidding the evil. We had a shaykh who used to teach us and guide us, so, one day, I saw him praying between the pillars of the mosque. So, I wanted to advise him that praying between the pillars of the mosque is disliked (makruh). So, I wrote him a letter, and addressed it on behalf of 'A Doer of Good,' saying: "O Shaykh, I saw you praying between the pillars of the mosque, and this is disliked, as the Prophet said." I then signed it 'A Doer of Good,' and sent it to him by mail. He got the letter and read it, then he said: "O youth! I have received a letter from a man who advised me not to pray between the pillars of the mosque, and I did not previously know that this is disliked, so, don't do it.""

Hasan al-Banna added: "I was amongst the youth that he was addressing. So, we were able to fulfill a good action without causing any insult or offense to our teacher...."

Therefore, commanding the good and forbidding the evil requires a person who loves the people; a person who looks at the bigger picture; a person with a gentle tongue. Do not come to one and say: 'I hate you for the Sake of Allah because you do this or that.' Are you not able to say, instead: 'I love you for the Sake of Allah, my brother! However, I saw a simple and small mistake from you.'

By Allah, a brother described to me the following: "Someone came up to me and said: "I hate you for the Sake of Allah."

So, I said to him: "Why? Why do you hate me for the Sake of Allah?"

He replied: "Because your father is from the Ikhwan al-Muslimin.""

There is no might nor power except with Allah. What Islam is this? I hate him for the Sake of Allah - for what? Because his father is from the Ikhwan al-Muslimin. Sufficient is Allah as the Disposer of our affairs, and this person considers this to be commanding the good and forbidding the evil and a proclaimation of the truth, and he thinks that he will have some reward as a result of this, as a result of his putting off the Muslims..."





['Fi Dhilal Surat at-Tawbah'; p. 75]

(SHEIKH 'ABDULLAH YUSUF 'AZZAM (ASY-SYAHID, INSYAALLAH)  

Monday, May 16, 2011

LET THEM FIND HARSHNESS IN YOU






"...And because of this, they said to Ibn Hajar al-Haythami: "Is it allowed for the Muslim to extend his hand when greeting a Christian, so that he could shake it?" He answered: "No, because the Christian will feel at peace when he is shaking your hand. So, it is not allowed for you to extend your hand for him to shake."

...It was narrated to me by the leader of the Islamic Movement in Jordan - our teacher, Muhammad 'Abd ar-Rahman Khalifah: "

I learned the meaning of honor from a story. When I was young, the judge of as-Salt (a town in Jordan) became ill. I was in my sixth year of elementary school, and I decided to go visit him. So, I went and rang the doorbell. He came to the door, and I said to him: "I am the son of 'Abd ar-Rahman Khalifah, and my father has sent me to come visit you." The judge said to me: "Please come in, my son."

So, I entered to find that the heads of the Christian community had all come to visit him because of his illness. There was the priest of the Orthodox Church, and the Latin Church. Anyway, these were two churches in as-Salt. When I entered the room - and I was only a young boy at the time - he said to the head pastor: "Get up and sit over there," and he said to me: "Come, my son, and sit next to me." He then looked to the pastor and said to him: "This is how my religion commands me to behave with you, so, if I come to visit you, then behave with me as your religion commands you."

Muhammad Khalifah then told me: "At that moment, I realized that the Muslim is noble, and that he is the most honorable of people.""







[From a lecture given in a camp on the Afghan-Pakistani border, October 29, 1987]

(SHEIKH 'ABDULLAH YUSUF 'AZZAM (ASY-SYAHID, INSYAALLAH)  

JUZUK 2, [AL-BAQARAH, 2:209-210]






فَإِن زَلَلتُم مِن بَعدِ ما جاءَتكُمُ البَيِّنٰتُ فَاعلَموا أَنَّ اللَّهَ عَزيزٌ حَكيمٌ ﴿٢٠٩

هَل يَنظُرونَ إِلّا أَن يَأتِيَهُمُ اللَّهُ فى ظُلَلٍ مِنَ الغَمامِ وَالمَلٰئِكَةُ وَقُضِىَ الأَمرُ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرجَعُ الأُمورُ ﴿٢١٠


Maka kalau kamu tergelincir (dan jatuh ke dalam kesalahan disebabkan tipu daya Syaitan itu), sesudah datang keterangan-keterangan yang jelas kepada kamu, maka ketahuilah bahawasanya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana

(Orang-orang yang ingkar itu) tidak menunggu melainkan kedatangan (azab) Allah kepada mereka dalam lindungan-lindungan awan, bersama-sama dengan malaikat (yang menjalankannya), padahal telahpun diputuskan perkara itu (balasan azab yang menimpa mereka); dan kepada Allah jua kembalinya segala urusan. 


[al-baqarah, 2:209-210]

JUZUK 2, [AL-BAQARAH, 2:207-208]






وَمِنَ النّاسِ مَن يَشرى نَفسَهُ ابتِغاءَ مَرضاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءوفٌ بِالعِبادِ ﴿٢٠٧

يٰأَيُّهَا الَّذينَ ءامَنُوا ادخُلوا فِى السِّلمِ كافَّةً وَلا تَتَّبِعوا خُطُوٰتِ الشَّيطٰنِ ۚ إِنَّهُ لَكُم عَدُوٌّ مُبينٌ ﴿٢٠٨


Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya kerana mencari keredhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Ugama Islam (dengan mematuhi) segala hukum-hukumnya; dan janganlah kamu menurut jejak langkah Syaitan; sesungguhnya Syaitan itu musuh bagi kamu yang terang nyata.


[al-baqarah, 2:207-208]

JUZUK 2, [AL-BAQARAH, 2:204-206]






وَمِنَ النّاسِ مَن يُعجِبُكَ قَولُهُ فِى الحَيوٰةِ الدُّنيا وَيُشهِدُ اللَّهَ عَلىٰ ما فى قَلبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الخِصامِ ﴿٢٠٤

وَإِذا تَوَلّىٰ سَعىٰ فِى الأَرضِ لِيُفسِدَ فيها وَيُهلِكَ الحَرثَ وَالنَّسلَ ۗ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الفَسادَ ﴿٢٠٥

وَإِذا قيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتهُ العِزَّةُ بِالإِثمِ ۚ فَحَسبُهُ جَهَنَّمُ ۚ وَلَبِئسَ المِهادُ ﴿٢٠٦


Dan di antara manusia ada orang yang tutur katanya mengenai hal kehidupan dunia, menyebabkan engkau tertarik hati (mendengarnya), dan ia (bersumpah dengan mengatakan bahawa) Allah menjadi saksi atas apa yang ada dalam hatinya, padahal ia adalah orang yang amat keras permusuhannya (kepadamu).

Kemudian apabila ia pergi (dengan mendapat hajatnya), berusahalah ia di bumi, untuk melakukan bencana padanya, dan membinasakan tanaman-tanaman dan keturunan (binatang ternak dan manusia; sedang Allah tidak suka kepada bencana kerosakan. 

Dan apabila dikatakan kepadanya: "Bertaqwalah engkau kepada Allah" timbulah kesombongannya dengan (meneruskan) dosa (yang dilakukannya itu). Oleh itu padanlah ia (menerima balasan azab) neraka jahannam dan demi sesungguhnya, (neraka jahannam itu) adalah seburuk-buruk tempat tinggal. 


[al-baqarah, 2:204-206]

Sunday, May 15, 2011

GIVE PEOPLE THE CREDIT THEY ARE DUE



"And the labels fill your pockets. Every pocket is labelled with a characteristic or title; this pocket is filled with labels that say 'Disbeliever,' and everytime you see someone that you don't like, you hand him a label. Another pocket is filled with labels that say 'Innovator,' and a third pocket is filled the labels that say 'Poor,' and another says 'Ignorant,' etc. This way, you have given everyone a label from one of your labels...

There are families in Peshawar who cannot find enough Clorox bleach in the marketplaces, so, they send off to Islamabad to purchase this bleach, so that they can use it to clean their clothing and the clothing of their families. So, you are also in need of searching for bleach; you are in need of success in finding that which will clean your heart and purify your insides. If you are part of a particular Islamic group, then beware of assuming that all of the truth rests with that group, and that all falsehood rests with everyone else, as some of the earlier zealous people said: "All of our statements are correct, with a possibility of a mistake, while all the statements of others are mistaken, with a possibility of being correct." This is the destructive type of allegiance! How many groups have been torn apart, and how many people who were close to each other became divided because of such a mindset?!

Pay attention to your heart, beware of raising yourself above others, and beware of belittling others. How many of these people have given for the sake of this Religion - but have kept it secret between them and the Lord of the Worlds - from he whose statement is belittled and his appearance mocked, and he might even have given more for this Religion than an Earthful of people like you ever would? So, pay attention to yourself, and may Allah have Mercy on a man who knows his limits and stays inside those limits. The virtuous people are those who acknowledge the virtue of the people of virtue, especially the scholars, and especially those who are old in age, and especially the parents...

So, my brother, it is enough for your good deeds to be annulled that you look to your actions as if they are great, as Allah Said:

وَيۡلٌ۬ لِّلۡمُطَفِّفِينَ (١) ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكۡتَالُواْ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسۡتَوۡفُونَ (٢) وَإِذَا كَالُوهُمۡ أَو وَّزَنُوهُمۡ يُخۡسِرُونَ (٣

{"Woe to al-Mutaffifin! Those who, when they have to receive by measure from men, demand full measure, and when they have to give by measure or weight to men, give less than their due."}

[al-Mutaffifin, 83:1-3]

So, if he mentions himself, he only mentions his good deeds, and if he mentions the others, he only mentions their mistakes, as the Prophet said: "One of you sees a small speck of dirt in the eye of his brother, but fails to see the large piece of dirt in his own eye."

['at-Targhib wat-Tarhib'; 3/236]...

Just because you are part of a particular group doesn't mean that you are better than the people. Just because you read a particular book doesn't mean that you are better than the people. There is some good with the Ikhwan, and there is some good with the Tabligh, and there is some good with the Salafiyyah; every one of them has a portion of the good, so, try - if you are able - to collect all of the good from these groups. They used to study from a large group of the scholars, so, his Hadith instructor is different from his Tafsir instructor , and his instructor in spiritual nurturing is different from his Arabic language instructor. Take from the Tabligh their manners...and imagine if we were to follow their path in respecting the people, and their manners with the scholars... The Tabligh have very good speech, as they convey what they say and work magic on the hearts with their manners, and cause any envy one might have against them to vanish. Take from the Ikhwan their historical movements and revolutionary ideas, and take from the Salafiyyah their beliefs. Collect within yourself all that is good, become a student, and do not restrict the truth to your own shaykh... Take from this person, and take from that person; respect the people, and give them the credit they are due, and put them in their proper categories..."





[From a khutbah entitled 'an-Nas Asnaf' (People Are of Various Types), given on September 26, 1986]

(SHEIKH 'ABDULLAH YUSUF 'AZZAM (ASY-SYAHID, INSYAALLAH)  












~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~







BERIKAN MEREKA KREDIT YANG MENJADI HAQ MEREKA



"DAN LABEL-LABEL MENGISI POKET-POKETMU. SETIAP POKET DITANDAKAN DENGAN PERWATAKAN ATAU PANGKAT; POKET INI DIPENUHI DENGAN LABEL-LABEL YANG MENGATAKAN 'KAFIR', DAN SETIAP KALI ENGKAU MELIHAT SESEORANG YANG ENGKAU TIDAK SUKA, ENGKAU MELABELKANNYA. POKET YANG LAGI SATU DIISI DENGAN LABEL YANG MENGATAKAN 'PENGINOVASI', DAN POKET YANG KETIGA DIPENUHI DENGAN LABEL 'MISKIN', DAN SATU LAGI MENGATAKAN 'KEJAHILAN', DAN SEBAGAINYA. DENGAN CARA INI, ENGKAU TELAH MEMBERIKAN SETIAP ORANG SATU LABEL SATU DARIPADA LABEL-LABELMU...

TERDAPAT BANYAK KELUARGA DI PESHAWAR YANG TIDAK DAPAT MENCARI PELUNTUR CLOROX YANG SECUKUPNYA DI PASAR, JADI, MEREKA KE ISLAMABAD UNTUK MEMBELI PELUNTUR INI, SUPAYA MEREKA DAPAT MENGGUNAKANNYA UNTUK MENCUCI PAKAIAN MAREKA DAN PAKAIAN KELUARGA MEREKA. JADI, ENGKAU JUGA PERLU MENCARI PELUNTUR; ENGKAU MEMERLUKAN KEJAYAAN DALAM MENCARI APA YANG AKAN MEMBERSIHKAN HATIMU DAN MENSUCIKAN DALAMANMU. JIKA ENGKAU SEBAGIAN DARI KUMPULAN ISLAMIK TERTENTU, MAKA BERHATI-HATILAH MENGANGGAP BAHWA SEMUA KEBENARAN BERADA DALAM KUMPULAN ITU, DAN SETIAP KEPALSUAN BERADA DENGAN ORANG LAIN, SEPERTI BEBERAPA ORANG FANATIK TERDAHULU MENGATAKAN: "SEMUA KENYATAAN KAMI ADALAH BENAR, DENGAN KEBARANGKALIAN SATU KESALAHAN, MANAKALA KENYATAAN DARI YANG LAINNYA ADALAH SALAH, DENGAN SATU KEBARANGKALIAN BENAR." INI MERUPAKAN KEPATUHAN YANG MEMBINASAKAN! BERAPA BANYAK KUMPULAN YANG TELAH MUSNAH, DAN BERAPA BANYAK ORANG YANG AKRAB ANTARA SATU SAMA LAIN MENJADI TERPECAH KERANA PEMIKIRAN SEBEGITU?!

BERI TUMPUAN KEPADA HATIMU, BERHATI-HATI MENGANGKAT DIRIMU ATAS DARI ORANG LAIN, DAN BERHATI-HATI MERENDAHKAN ORANG LAIN. BERAPA BANYAK DARI ORANG-ORANG INI YANG TELAH MEMBERI DEMI TUJUAN AGAMA INI - TETAPI MENYIMPANNYA SEBAGAI RAHSIA ANTARA MEREKA DAN TUHAN SEKALIAN ALAM - DARI KENYATAAN MEREKA YANG DIRENDAH-RENDAHKAN DAN PENAMPILAN MEREKA DIEJEK-EJEK, DAN DIA MUNGKIN TELAH MEMBERI LEBIH KEPADA AGAMA INI BERBANDING MANUSIA DUNIAWI SEPERTI KAMU PERNAH LAKUKAN? JADI, TUMPUKAN PERHATIAN PADA DIRIMU, DAN SEMOGA ALLAH MEMBERI RAHMAT KEPADA SESEORANG YANG TAHU AKAN BATASNYA DAN BERADA DALAM BATAS ITU. ORANG-ORANG SOLEH MERUPAKAN MEREKA YANG MENGAKUI KESOLEHAN MANUSIA YANG SOLEH, TERUTAMANYA PARA ULAMA', DAN TERUTAMANYA MEREKA YANG TUA UMURNYA, DAN TERUTAMANYA KELUARGANYA...

JADI, SAUDARAKU, IANYA CUKUP UNTUK AMAL KEBAIKANMU DITARIK BALIK SEKIRANYA ENGKAU MELIHAT PADA PERBUATANMU SEOLAH-OLAH IANYA YANG TERBAIK, SEPERTI FIRMAN ALLAH:

وَيۡلٌ۬ لِّلۡمُطَفِّفِينَ (١) ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكۡتَالُواْ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسۡتَوۡفُونَ (٢) وَإِذَا كَالُوهُمۡ أَو وَّزَنُوهُمۡ يُخۡسِرُونَ (٣

{KECELAKAAN BESAR BAGI ORANG-ORANG YANG CURANG (DALAM TIMBANGAN DAN SUKATAN), IAITU MEREKA YANG APABILA MENERIMA SUKATAN (GANTANG CUPAK) DARI ORANG LAIN MEREKA MENGAMBILNYA DENGAN CUKUP, DAN (SEBALIKNYA) APABILA MEREKA MENYUKAT ATAU MENIMBANG UNTUK ORANG LAIN, MEREKA KURANGI.}

[AL-MUTAFFIFIN, 83:1-3]

JADI, APABILA DIA MENYEBUT TENTANG DIRINYA, DIA HANYA MENYEBUTKAN KEBAIKANNYA SAHAJA, DAN JIKA DIA MENYEBUT TENTANG ORANG LAIN, DIA HANYA MENYEBUTKAN KESALAHAN MEREKA SAHAJA, SEPERTI SABDA NABI: "ADA ANTARA KALIAN MELIHAT SEBUTIR DEBU KECIL DALAM MATA SAUDARANYA, TETAPI GAGAL MELIHAT KETULAN DEBU YANG BESAR DALAM MATANYA."

['AT-TARGHIB WAT-TARHIB'; 3/236]...

HANYA KERANA ENGKAU SEBAGIAN DARI KUMPULAN TERTENTU TIDAK BERMAKNA ENGKAU LEBIH BAIK DARI ORANG LAIN. HANYA KERANA ENGKAU MEMBACA KITAB TERTENTU TIDAK BERMAKNA ENGKAU LEBIH BAIK DARI ORANG LAIN. TERDAPAT BEBERAPA KEBAIKAN  DENGAN IKHWAN, DAN TERDAPAT BEBERAPA KEBAIKAN DENGAN TABLIGH, DAN TERDAPAT BEBERAPA KEBAIKAN DENGAN SALAFIYYAH; SETIAP DARI MEREKA MEMILIKI BAGIAN YANG BAIK, JADI, CUBA - JIKA ENGKAU MAMPU - UNTUK MENGUMPULKAN KESEMUA KEBAIKAN DARI KUMPULAN-KUMPULAN INI. MEREKA TELAH BELAJAR DARI SEKUMPULAN BESAR ULAMA', JADI, GURU HADISNYA BERBEDA DARI GURU TAFSIRNYA, DAN GURU ASUHAN ROHANINYA BERBEDA DARI GURU BAHASA ARABNYA. AMBIL DARI TABLIGH ADAB MEREKA...DAN BAYANGKAN JIKA KITA MENGIKUTI CARA MEREKA MENGHORMATI ORANG LAIN, DAN ADAB MEREKA DENGAN ULAMA'... TABLIGH MEMPUNYAI PERTUTURAN YANG BAGUS, MEREKA MENYAMPAIKAN APA YANG MEREKA KATAKAN DAN AJAIB BERKESAN PADA HATI AKAN ADAB MEREKA, DAN MENYEBABKAN MANA-MANA PERASAAN IRI HATI SESEORANG TERHADAP MEREKA HILANG. AMBIL DARI IKHWAN SEJARAH PERGERAKKAN DAN IDEA-IDEA REVOLUSI MEREKA, DAN AMBIL DARI SALAFIYYAH KEPERCAYAAN MEREKA. KUMPUL DALAM DIRIMU SEMUA KEBAIKAN, JADILAH SEORANG PELAJAR, DAN JANGAN MENYEKAT KEBENARAN HANYA PADA SHAYKHMU SAHAJA... AMBIL DARI ORANG INI, DAN AMBIL DARI ORANG ITU; MENGHORMATI ORANG, DAN BERIKAN KEPADA MEREKA KREDIT YANG MENJADI HAQ MEREKA, DAN LETAKKAN MEREKA DI DALAM KATEGORI YANG BETUL..."





[DARI KHUTBAH BERTAJUK 'AN-NAS ASNAF' (MANUSIA TERDIRI DARI PELBAGAI JENIS), DIBERIKAN PADA SEPTEMBER 26, 1986]

(SHEIKH 'ABDULLAH YUSUF 'AZZAM (ASY-SYAHID, INSYAALLAH)  



JUZUK 2, [AL-BAQARAH, 2:203]






وَاذكُرُوا اللَّهَ فى أَيّامٍ مَعدودٰتٍ ۚ فَمَن تَعَجَّلَ فى يَومَينِ فَلا إِثمَ عَلَيهِ وَمَن تَأَخَّرَ فَلا إِثمَ عَلَيهِ ۚ لِمَنِ اتَّقىٰ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعلَموا أَنَّكُم إِلَيهِ تُحشَرونَ ﴿٢٠٣


Dan sebutlah kamu akan Allah (dengan takbir semasa mengerjakan Haji) dalam beberapa hari yang tertentu bilangannya. Kemudian sesiapa yang segera (meninggalkan Mina) pada hari yang kedua, maka ia tidaklah berdosa dan sesiapa yang melambatkan (meninggalkan Mina) maka ia juga tidaklah berdosa; (ketiadaan dosa itu ialah) bagi orang yang bertaqwa dan hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah dan ketahuilah sesungguhnya kamu akan dihimpunkan kepadanya. 


[al-baqarah, 2:203]

JUZUK 2, [AL-BAQARAH, 2:200-202]






فَإِذا قَضَيتُم مَنٰسِكَكُم فَاذكُرُوا اللَّهَ كَذِكرِكُم ءاباءَكُم أَو أَشَدَّ ذِكرًا ۗ فَمِنَ النّاسِ مَن يَقولُ رَبَّنا ءاتِنا فِى الدُّنيا وَما لَهُ فِى الءاخِرَةِ مِن خَلٰقٍ ﴿٢٠٠

وَمِنهُم مَن يَقولُ رَبَّنا ءاتِنا فِى الدُّنيا حَسَنَةً وَفِى الءاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنا عَذابَ النّارِ ﴿٢٠١

أُولٰئِكَ لَهُم نَصيبٌ مِمّا كَسَبوا ۚ وَاللَّهُ سَريعُ الحِسابِ ﴿٢٠٢


Kemudian apabila kamu telah selesai mengerjakan amalan ibadat Haji kamu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebut dan mengingati Allah (dengan membesarkanNya) sebagaimana kamu dahulu menyebut-nyebut (memuji-muji) datuk nenek kamu, bahkan dengan sebutan yang lebih lagi. Dalam pada itu, ada di antara manusia yang (berdoa dengan) berkata: "Wahai Tuhan kami! Berilah kami kebaikan) di dunia". (orang-orang ini diberikan kebaikan di dunia) dan tidak ada baginya sedikitpun kebaikan di akhirat. 

Dan di antara mereka pula ada yang (berdoa dengan) berkata: "Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka". 

Mereka itulah yang akan mendapat bahagian yang baik dari apa yang telah mereka usahakan; dan Allah amat cepat hitunganNya. 


[al-baqarah, 2:200-202]

JUZUK 2, [AL-BAQARAH, 2:198-199]






لَيسَ عَلَيكُم جُناحٌ أَن تَبتَغوا فَضلًا مِن رَبِّكُم ۚ فَإِذا أَفَضتُم مِن عَرَفٰتٍ فَاذكُرُوا اللَّهَ عِندَ المَشعَرِ الحَرامِ ۖ وَاذكُروهُ كَما هَدىٰكُم وَإِن كُنتُم مِن قَبلِهِ لَمِنَ الضّالّينَ ﴿١٩٨

ثُمَّ أَفيضوا مِن حَيثُ أَفاضَ النّاسُ وَاستَغفِرُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفورٌ رَحيمٌ ﴿١٩٩


Tidaklah menjadi salah, kamu mencari limpah kurnia dari Tuhan kamu (dengan meneruskan perniagaan ketika mengerjakan Haji). Kemudian apabila kamu bertolak turun dari padang Arafah (menuju ke Muzdalifah) maka sebutlah nama Allah (dengan doa,"talbiah" dan tasbih) di tempat Masy'ar Al-Haraam (di Muzdalifah), dan ingatlah kepada Allah dengan menyebutnya sebagaimana Ia telah memberikan petunjuk hidayah kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu adalah dari golongan orang-orang yang salah jalan ibadatnya.

Selain dari itu hendaklah kamu bertolak turun dari (Arafah) tempat bertolaknya orang ramai, dan beristighfarlah kamu kepada Allah (dengan memohon ampun), sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.


[al-baqarah, 2:198-199]

JUZUK 2, [AL-BAQARAH, 2:197]






الحَجُّ أَشهُرٌ مَعلومٰتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فيهِنَّ الحَجَّ فَلا رَفَثَ وَلا فُسوقَ وَلا جِدالَ فِى الحَجِّ ۗ وَما تَفعَلوا مِن خَيرٍ يَعلَمهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدوا فَإِنَّ خَيرَ الزّادِ التَّقوىٰ ۚ وَاتَّقونِ يٰأُولِى الأَلبٰبِ ﴿١٩٧


(Masa untuk mengerjakan ibadat) Haji itu ialah beberapa bulan yang termaklum. Oleh yang demikian sesiapa yang telah mewajibkan dirinya (dengan niat mengerjakan) ibadat Haji itu, maka tidak boleh mencampuri isteri, dan tidak boleh membuat maksiat, dan tidak boleh bertengkar, dalam masa mengerjakan ibadat Haji. Dan apa jua kebaikan yang kamu kerjakan adalah diketahui oleh Allah; dan hendaklah kamu membawa bekal dengan cukupnya kerana sesungguhnya sebaik-baik bekal itu ialah memelihara diri (dari keaiban meminta sedekah); dan bertaqwalah kepadaKu wahai orang-orang yang berakal (yang dapat memikir dan memahaminya). 


[al-baqarah, 2:197]

JUZUK 2, [AL-BAQARAH, 2:196]






وَأَتِمُّوا الحَجَّ وَالعُمرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِن أُحصِرتُم فَمَا استَيسَرَ مِنَ الهَدىِ ۖ وَلا تَحلِقوا رُءوسَكُم حَتّىٰ يَبلُغَ الهَدىُ مَحِلَّهُ ۚ فَمَن كانَ مِنكُم مَريضًا أَو بِهِ أَذًى مِن رَأسِهِ فَفِديَةٌ مِن صِيامٍ أَو صَدَقَةٍ أَو نُسُكٍ ۚ فَإِذا أَمِنتُم فَمَن تَمَتَّعَ بِالعُمرَةِ إِلَى الحَجِّ فَمَا استَيسَرَ مِنَ الهَدىِ ۚ فَمَن لَم يَجِد فَصِيامُ ثَلٰثَةِ أَيّامٍ فِى الحَجِّ وَسَبعَةٍ إِذا رَجَعتُم ۗ تِلكَ عَشَرَةٌ كامِلَةٌ ۗ ذٰلِكَ لِمَن لَم يَكُن أَهلُهُ حاضِرِى المَسجِدِ الحَرامِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعلَموا أَنَّ اللَّهَ شَديدُ العِقابِ ﴿١٩٦


Dan sempurnakanlah ibadat Haji dan Umrah kerana Allah; maka sekiranya kamu dikepong (dan dihalang daripada menyempurnakannya ketika kamu sudah berihram, maka kamu bolehlah bertahallul serta) sembelihlah Dam yang mudah didapati; dan janganlah kamu mencukur kepala kamu (untuk bertahallul), sebelum binatang Dam itu sampai (dan disembelih) di tempatnya. Maka sesiapa di antara kamu sakit atau terdapat sesuatu yang menyakiti di kepalanya (lalu ia mencukur rambutnya), hendaklah ia membayar fidyah. Iaitu berpuasa, atau bersedekah, atau menyembelih Dam. Kemudian apabila kamu berada kembali dalam keadaan aman, maka sesiapa yang mahu menikmati kemudahan dengan mengerjakan Umrah, (dan terus menikmati kemudahan itu) hingga masa (mengerjakan) ibadat Haji, (bolehlah ia melakukannya kemudian wajiblah ia) menyembelih Dam yang mudah didapati. Kalau ia tidak dapat (mengadakan Dam), maka hendaklah ia berpuasa tiga hari dalam masa mengerjakan Haji dan tujuh hari lagi apabila kamu kembali (ke tempat masing-masing); semuanya itu sepuluh (hari) cukup sempurna. Hukum ini ialah bagi orang yang tidak tinggal menetap (di sekitar) masjid Al-Haraam (Makkah). Dan hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah; dan ketahuilah bahawasanya Allah Maha berat balasan seksaNya (terhadap orang-orang yang melanggar perintahNya). 


[al-baqarah, 2:196]

Saturday, May 14, 2011

THE QUR'AN


ABU IBRAHEEM AL-ALMANI FROM GERMANY, STUDIO JUNDULLAH, ISLAMIC MOVEMENT OF UZBEKISTAN (IMU)


"So, it is upon you to tend to the Qur'an - the pillar of the heart, the light of the chest, the remover of sadness. And this time period is the period of memorization of the Qur'an. I started in and benefited greatly from the days of training in 1969 (when fighting in Palestine). I benefited greatly from the memorization of the Qur'an, and it was the period of golden purity of the heart and spirit. So, it is easy for you to memorize here; very easy...yes. I had a large-print Mushaf, and during the time in which I would stand guard at night, I would repeat what I had memorized during the day. So, if I mispronounced a word, I opened it, and I would read it using the light of the Moon. As for now, I cannot even see using the light of the Sun, so, we ask Allah to strengthen our eyesight...

So, try to memorize five verses of the Qur'an every day, and start with 'al-Anfal.' Every day, after the morning prayer, make for yourself a sitting with the Noble Qur'an. Memorize five verses of 'al-Anfal,' and review the five verses from the previous day. You can memorize it in fifteen days: seventy-five verses, five verses each day...this should be very easy on you...

Our brother, Khalid Qablan - who was martyred two days ago in Khost, Abu al-Walid, from Riyad - was martyred on Friday, at 2:30 p.m. I visited his brothers after his martyrdom, not knowing that he had been martyred, and everyone who was around him said that everything about him indicated that he was preparing for the Hereafter. They said that he would choose to stand guard from midnight to 1:00 a.m., then he would stay up in prayer until the Fajr. He would make the adhan for Fajr, then pray. After that, he would begin his adhkar. He would fast every Monday and Thursday - continuously - and the White Days (13th, 14th, 15th day of each month), and the six days of Shawwal. They also said that on the night before Friday - and it was the final night of his life - he stood guard from midnight to 1:00 a.m., stayed up in prayer until the Fajr, made the adhan for Fajr, prayed, made his morning adhkar, then we moved to the location of the battle for that day. On the way there, he recited 'al-Kahf,' and increased in his invoking of peace and blessings upon the Prophet. When we arrived - his companion from Yemen narrates - "I asked him if he had finished his recitation of 'al-Kahf,' and he said: "Yes." Then, we started firing the mortar rounds, and the nineteenth shell exploded inside the mortar, and many pieces of shrapnel entered his body. He gasped only twice, then he submitted his soul to the Lord of the Worlds.""



['Fi at-Tarbiyah al-Jihadiyyah wal-Bina''; 2/40-42]

(SHEIKH 'ABDULLAH YUSUF 'AZZAM (ASY-SYAHID, INSYAALLAH)  





AL-QURAN



"JADI, IA BERGANTUNG KEPADAMU UNTUK CENDERUNG KEPADA AL-QURAN - TIANG KEPADA HATI, CAHAYA KEPADA DADA, PENGHAPUS KEDUKAAN. DAN TEMPOH INI ADALAH TEMPOH UNTUK MENGHAFAL AL-QURAN. AKU BERMULA DAN MENDAPAT MANFAAT YANG BANYAK MALALUI LATIHAN SEHARI-HARI PADA 1969 (KETIKA BERJIHAD DI PALESTINA). AKU MENDAPAT FAEDAH YANG BANYAK DARI PENGHAFALAN AL-QURAN, DAN IA MERUPAKAN TEMPOH KEEMASAN MENSUCIKAN HATI DAN SEMANGAT. JADI, IA SANGAT MUDAH BAGIMU UNTUK MENGHAFAL DI SINI; SANGAT MUDAH...YA. AKU MEMILIKI CETAKAN MUSHAF YANG BESAR, DAN KETIKA DIMANA AKU BERJAGA PADA MALAM HARI, AKU AKAN MENGULANGI APA YANG TELAH AKU HAFAL PADA SIANG HARINYA. JADI, JIKA AKU TERSALAH SEBUTAN SUATU PERKATAAN, AKU MEMBUKANYA, DAN AKU AKAN MEMBACANYA MENGGUNAKAN CAHAYA BULAN. SETAKAT INI, AKU TIDAK DAPAT MELIHAT MENGGUNAKAN CAHAYA MATAHARI, JADI, KITA MEMOHON KEPADA ALLAH UNTUK MENGUATKAN PENGLIHATAN KITA...

JADI, CUBA UNTUK MENGHAFAL LIMA AYAT AL-QURAN SETIAP HARI, DAN BERMULA DENGAN 'AL-ANFAL'. SETIAP HARI, SELEPAS SOLAT SIANG, DUDUKKANLAH DIRIMU DENGAN AL-QURAN. HAFAL LIMA AYAT 'AL-ANFAL', DAN ULANGI LIMA AYAT DARI HARI SEBELUMNYA. ENGKAU MAMPU MENGHAFALNYA DALAM LIMA BELAS HARI: TUJUH PULUH LIMA AYAT, LIMA AYAT SEHARI...IA PATUT SANGAT MUDAH BAGIMU...

SAUDARA KAMI, QABLAN KHALID - YANG TELAH SYAHID DUA HARI LALU DI KHOST, ABU AL-WALID DARI RIYADH - TELAH SYAHID PADA JUMAAT, PADA JAM 2:30 P.M. AKU MENZIARAH SAUDARA-SAUDARANYA SETELAH KESYAHIDANNYA,TIDAK MENGETAHUI BAHWA DIA TELAH SYAHID, DAN SETIAP ORANG DI SEKELILINGNYA YANG BERKATA MENGENAINYA MENYATAKAN BAHAWA DIA MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK AKHIRAT. MEREKA MENYATAKAN BAHWA DIA AKAN MEMILIH UNTUK BERJAGA DARI TENGAH MALAM SEHINGGA 1:00 A.M., KEMUDIAN DIA AKAN BANGUN SOLAT SEHINGGA FAJR. DIA AKAN MELAKUKAN AZAN UNTUK SUBUH, KEMUDIAN SOLAT. KEMUDIAN, DIA AKAN MEMULAKAN ADHKARNYA. DIA AKAN BERPUASA SETIAP ISNIN DAN KHAMIS - BERTERUSAN - DAN PADA HARI PUTIH (HARI KE-13, 14 ,15 SETIAP BULAN), DAN ENAM HARI SYAWAL. MEREKA JUGA MENGATAKAN PADA HARI SEBELUM JUMAAT - DAN IA MERUPAKAN MALAM TERAKHIRNYA HIDUP - DIA BERJAGA DARI TENGAH MALAM SEHINGGA 1:00 A.M., BANGUN SOLAT SEHINGGA FAJR, MELAKUKAN AZAN UNTUK SUBUH, SOLAT, MEMULAKAN ADHKAR PAGINYA, DAN KAMI BERTOLAK KE KAWASAN PERTEMPURAN UNTUK HARI ITU. DALAM PERJALANAN KE SANA, DIA MEMBACA 'AL-KAHF', DAN MEMPERBANYAKKAN SELAWAT DAN SALAM KE ATAS NABI. KETIKA KAMI SAMPAI - SAHABATNYA DARI YAMAN MERIWAYATKAN - "AKU BERTANYA KEPADANYA SEKIRANYA DIA TELAH MENGHABISKAN BACAANNYA 'AL-KAHF', DAN DIA MENJAWAB: "YA". KEMUDIAN, KAMI MEMULAKAN TEMBAKAN MORTAR PUSING, DAN PELURU KE SEMBILAN BELAS MELETUP DI DALAM MORTAR, DAN BANYAK SERPIHAN TAJAM MEMASUKI TUBUHNYA. DIA MENCUNGAP HANYA DUA KALI, KEMUDIAN DIA MENYERAHKAN JIWANYA KEPADA TUHAN SEKALIAN ALAM.""



['Fi at-Tarbiyah al-Jihadiyyah wal-Bina''; 2/40-42]

(SHEIKH 'ABDULLAH YUSUF 'AZZAM (ASY-SYAHID, INSYAALLAH) 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...