photo mbs-1.gif  photo mbs-1.gif  photo mbs-1.gif
Agama (Islam) tidak mungkin tegak (jaya) kecuali dengan al-Kitab (Al-Qur'an), al-Mizan (timbangan keadilan) dan al-Hadid (kekuatan besi). Kitab adalah yang memberi petunjuk, sedangkan besilah yang menolongnya. Dengan al-Kitab, tegaklah ilmu dan agama. Dengan al-Mizan hak-hak harta dapat ditunaikan. Dan dengan al-Hadid hukum pidana Islam dapat ditegakkan.(Majmu al-Fatawa : 25/365)

Thursday, October 24, 2013

MANA YANG LEBIH BAIK: RIBAAT ATAU BERTEMPAT TINGGAL DI MAKKAH UNTUK BERIBADAH? IBNU TAIMIYYAH R.H.

MANA YANG LEBIH BAIK: RIBAAT ATAU BERTEMPAT TINGGAL DI MAKKAH UNTUK BERIBADAH? IBNU TAIMIYYAH R.H.




Bismillaah ar-Rahmaan ar-Rahiim
Mana yang lebih baik : Ribaat atau Bertempat tinggal di Makkah untuk beribadah? oleh al - Imam Ibnu Taimiyyah r.h.
Sumber: ClearGuidance
Sumber: Tibyan.com

Mana yang lebih baik: Ribaat atau Bertempat tinggal di Makkah untuk beribadah?
Syaikh al- Islam, Ahmad bin Taimiyyah, semoga Allah mensucikan ruhnya tentang hadits ini,

"Berjaga malam di perbatasan lebih baik daripada perbuatan seorang lelaki untuk keluarganya, untuk seribu tahun, dan pada penduduk (yang menetap) Makkah dan al-Quds dan Al-Madinah, dengan niat ibadah dan ketaatan total kepada Allah, Yang Maha Tinggi, dan orang-orang yang tinggal di Dimyaat dan Alexandria dan Tripoli dengan tujuan
Ribaat... yang mana satunya adalah lebih baik?"

Jadi dia menjawab:



Segala puji bagi Allah...
TIDAK, yang berada di garis depan kaum muslimin, seperti yang di Suriah dan Mesir lebih besar dari menjadi tetangga dari tiga masajid.Aku tidak tahu ada perbedaan pendapat di antara orang-orang pengetahuan tentang masalah ini, dan lebih dari seorang ulama telah secara eksplisit menyatakan ini.Alasannya adalah bahwa Ribaat merupakan bagian dari Jihad, dan menjadi tetangga (atau dalam jarak) adalah bagian Haji, sebagaimana Yang Maha Tinggi berkata :

 أَجَعَلۡتُمۡ سِقَايَةَ ٱلۡحَآجِّ وَعِمَارَةَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ 
كَمَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِ وَجَـٰهَدَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ‌ۚ 
لَا يَسۡتَوُ ۥنَ عِندَ ٱللَّهِ‌ۗ وَٱللَّهُ لَا يَہۡدِى ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ  

Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim.

[at-Taubah, 9:19]

Dan dalam shahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah, sallallahu 'alaihi wa salam ditanya: "Apakah amalan terbaik?" Dia menjawab: "Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya". Ditanya, "Setelah itu apa?". Dia mengatakan: "Kemudian berjihad di jalan-Nya". Ditanya, "Setelah itu apa?", Dia menjawab "Kemudian mengerjakan Haji" (yaitu, haji yang bebas dari melakukan perdagangan, haji hanya demi-Nya).

Telah diriwayatkan, "Sebuah ekspedisi di jalan Allah lebih besar dari tujuh puluh ziarah".
Dalam Shahih Muslim, dari Salman al- Faarisi, Nabi Allah, sallallahu 'alaihi wa salam berkata :

"Berjaga (Ribaat) satu malam dan hari di jalan Allah adalah lebih besar dari puasa dan bersolat satu bulan, dan orang yang mati ketika dalam keadaan Ribaat, mati sebagai Mujaahid , dan ia diberi ganjaran dari surga dan dilindungi dari dua siksaan (para malaikat yang datang pada saat kematian)"

Dan dalam Sunan, dari 'Utsman, Rasulullah sallallahu 'alaihi wa salam berkata: "Berjaga sehari di jalan Allah, lebih besar dari seribu hari di tempat lain," dan ini dikatakan oleh 'Utsman di mimbar Rasulullah, sallallahu ' alaihi wa salam, dan mengatakan ia meriwayatkan ini untuk menyebarkan Sunnah ini.

Abu Hurairah berkata: "Untuk melakukan Ribaat untuk satu malam di jalan Allah adalah lebih aku cintai daripada aku bersolat pada Lailatul Qadar di Batu Hitam".

Ganjaran dari Ribaat dan berjaga di jalan Allah terlalu banyak, dan tidak bisa disebutkan sepenuhnya di atas kertas ini .


Dan Allah tahu yang terbaik.
[Majmoo 'al - Fatawa 28/5]







.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...