photo mbs-1.gif  photo mbs-1.gif  photo mbs-1.gif
Agama (Islam) tidak mungkin tegak (jaya) kecuali dengan al-Kitab (Al-Qur'an), al-Mizan (timbangan keadilan) dan al-Hadid (kekuatan besi). Kitab adalah yang memberi petunjuk, sedangkan besilah yang menolongnya. Dengan al-Kitab, tegaklah ilmu dan agama. Dengan al-Mizan hak-hak harta dapat ditunaikan. Dan dengan al-Hadid hukum pidana Islam dapat ditegakkan.(Majmu al-Fatawa : 25/365)

Saturday, April 12, 2014

INI ADALAH AQIDAH KAMI

WA INNA DAULATA AL-ISLAMI BAQIYAH BI IDZNILLAH






" INILAH ADALAH AQIDAH KAMI "




Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah, kami memujinya memohon ampun dan meminta petunjuk kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada-Nya dari kejahatan amal-amal kami.



Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah maka tidak akan ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa disesatkan maka tidak akan ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya.



Kami bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq selain Allah yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.




Wahai orang-orang yg beriman bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan janganlah kalian sekali-kali mati melainkan dalam keadaan Islam (QS. Ali Imran: 102)




Wahai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa, dan darinya Allah ciptakan istrinya, dan dari keduannya Allah mengembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian. (QS. An Nisa: 1)




Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kalian kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasulnya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (Qs. Al Ahzab: 70-71)




Kami meyakini bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, adapun dosa lain selain syirik maka Allah akan menyiksa siapa saja yang Ia kehendaki dan memaafkan siapa saja yang Ia kehendaki.



Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (QS. An Nisa: 48)




Kami mengkafirkan orang dikafirkan oleh Allah dan Rasulnya, dan semua orang yang menganut agama selain agama Islam adalah orang kafir, baik telah sampai hujjah kepadanya atau belum. Adapun siksa diakhirat tidak akan menimpa dirinya kecuali jika telah sampai hujjah kepadanya. Allah Ta’ala berfirman: Dan tidaklah kami menyiksa sampai kami utus seorang Rasul. (QS. Al Isra’: 10)




Barangsiapa yang mengucapkan dua kalimat syahadat dan menampakkan ke-Islaman kepada kami, maka ia kami perlakukan sebagaimana kaum muslimin, sementara yang sembunyi kami serahkan kepada Allah Ta’ala. Rasulullah Sholallahu’alaihi Wassalam bersabda: Aku diutus untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat dan memberikan zakat. Apabila mereka melakukan itu semua maka darah dan harta mereka terjaga dariku kecuali yang menjadi hak Islam sedangkan hisab (hitungan amal) mereka terserah Allah. (Mutafaqun ’Alaih)




Kami berkeyakinan bahwa suatu negara itu apabila disana berlaku hukum Islam dan penguasanya muslim maka negara tersebut adalah negara Islam. Namun apabila disana yang berlaku bukan hukum Islam dan penguasanya kafir atau mengaku muslim maka negara tersebut adalah negara kafiir. Meskipun demikian bukan berarti kami mengkafirkan semua penduduknya. Dan kami tidak mengatakan bahwa hukum asalnya orang yang tinggal dinegara kafir itu kafir secara mutlaq. Akan tetapi semua orang itu statusnya sesuai dengan jati dirinya masing-masing, diantara mereka ada yang muslim dan ada yang kafir. Kami berkeyakinan bahwa seorang mufti (ulama) yang menuruti kemauan penguasa toghut dan berfatwa sesuai dengan pesanan mereka meskipun menyelisihi syari’at dan dia membenarkan perbuatan-perbuatannya dan dia menolongnya dalam hal yang bathil, maka ulama seperti ini adalah ulama suu’.




Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syetan (sampai dia tergoda) maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. (QS. Al A’raaf: 175)




Kaum muslimin itu adalah satu umat dan bersaudara yang tidak ada kelebihan bagi orang arab dan non arab kecuali karena ketaqwaannya, dan kaum muslimin itu darah mereka statusnya sama. Allah Ta’ala berfirman: Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara, sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al Hujurat: 10)




Kafir murtad itu lebih berat daripada kafir asli berdasarkan ijma’. Kafir murtad itu antara lain golongan syiah rafidhah yang meyakini adanya Qur’an lain yang disebut mushaf Fatimah dan mengkafirkan para sahabat kecuali beberapa orang saja dan ahmadiyah yang mengaku adanya nabi setelah nabi Muhammad Sholallahu’alahi Wassalam. Orang kafir itu tidaklah diperlakukan sama dengan orang muslim baik ketika masih hidup mahupun sesudah mati, sesuai dengan ketentuan-ketentuan syariat Islam.




Apakah orang yang berbuat buruk itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang beriman dan beramal sholeh sama saja baik waktu hidup dan pada waktu mati, sungguh jelek apa yang mereka tetapkan itu. (QS. Al Jatsiyah: 21)




Kami berkeyakinan bahwa hukum Islam itu wajib dijadikan satu-satunya landasan hukum, dan barangsiapa yang tidak memutuskan perkara dengan hukum Islam, maka ia kafir, zholim dan fasik.




Allah Ta’ala berfirman: Dan barangsiapa yang tidak memutuskan perkara dengan apa yang diturunkan Allah mereka adalah orang-orang kafir, orang-orang zholim, orang-orang fasik. (QS. Al Maidah: 44, 45, 47)




Kami meyakini bahwa ajaran Islam itu telah sempurna dan tidak ada satu perkarapun kecuali ada penjelasannya didalam Islam.



Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku ridhoi Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang. (QS. Al Ma’idah: 3)



Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an untuk menjelaskan sesuatu. (QS. An Nahl: 89)



Apabila terjadi perselisihan maka penyelesaiannya wajib dikembalikan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.


Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”. (QS. An Nisa: 59)



Kami tidak memaksa orang kafir untuk masuk agama Islam.


Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). QS. (Al Baqarah: 256)




Namun orang kafir harus dipaksa untuk tunduk dibawah kekuasaan Islam untuk menghilangkan fitnah melalui kekuatan Daulah Islamiyah.


Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasulnya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), yaitu orang-orang yang diberikan al-kitab kepada mereka sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (QS. At Taubah: 29)


Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah, jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhya Allah maha melihat apa yang mereka kerjakan. (QS. Al Anfal: 39)












.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...